Februari 2, 2020 WNI di China Siap di Jemput dan Mendapatkan Perawatan di Natuna

WNI di China Siap di Jemput dan Mendapatkan Perawatan di Natuna

Terdapat banyak tim medis yang sudah di persiapkan yang akan diturunkan di Hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna, diperkirakan dari penelitian 238 Warna Negara Indonesia (WNI) yang sudah diungsikan dari Wuhan, China, dikarenakan menularnya virus corona.

Pihak dari Rumah sakit terhambat di Natuna, Lettu Laut dr Trisno Hendarsyah menyatakan jika 72 orang dari pihak tim perawatan itu yang akan diturunkan langsung dokter spesialis dan pihak-pihak yang sudah di siapkan.

”Diperkirakan tim perawat yang akan turun ke ring sebanyak 72 orang. ucap Trisno dalam wawancara bersama iNews TV, di Natuna,Riau, Minggu (2/2/2020).

Informasi yang di berikan dari Dokter yang bertugas di Korps Marinir jika 238 WNI yang sudah berada di Lanud Raden Sadjd akan segera di screening kesehatannya, yaitu pengecekan suhu badan, diberikan semprotan disinfektan dan lain-lain.

” Akan ada dilakukan screening suhu badan dan lain-lain,” ucap Trisno.

Untuk kelanjutan, Trisno meneruskan jika untuk menyambut 238 WNI akan ada beberapa diantaranya personel yang akan turut turun.

Dalam informasi tersebut, 238 WNI yang akan dipindahkan dari Wuhan, China, karena adanya penyebaran virus corona yang sudah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Riau. WNI yang akan pulang dibawa oleh pesawat maskapai Batik Air.

Setelah mendarat di Bandara Hang Nadim, 238 WNI tersebut segera dievakuasi ke tiga pesawat TNI Angkatan Udara (AU) dan langsung diterbangkan ke Lanud Raden Sadjad, Natuna, Riau.

Sesampai di Hanggar Lanud Raden Sadjad, 238 WNI tesebut langsung mendapatkan masa pengamatan selama 14 hari untuk meyakini jika bebas dari penyakit virus corona. Di lokasi komplek militer tersebut, terdapat banyak perlengkapan yang sudah disediakan seperti rumah sakit penanganan dan lain-lain.

Pihak dari Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto sudah berada di tempat pengamatan di Nutana. Rombongan dari tim medis siap membantu khusus menangani 238 WNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *